Jerawat? Jangan Panik

Diperbarui: 29 Maret 2020
Bagi di FB | Cuitkan

Anda tidak sendiri. Jerawat atau acne bisa muncul pada kulit bayi, anak-anak, dan dewasa. Mulai dari bintil kecil komedo, kemerahan, hingga jerawat yang nyeri dan bengkak bernanah. Bisa di area dada, punggung, bahu, leher, kepala, dan wajah. Akan mulai bermasalah ketika muncul rasa tidak percaya diri karena wajah berjerawat, nyeri, infeksi, noda kemerahan sampai kehitaman, hingga bekas luka permanen berupa bopeng atau skar (jaringan parut). Pada kasus yang sangat langka, bisa juga terjadi keloid. Bukan hanya kondisi fisik yang jadi masalah. Bagi sebagian orang tertentu, terutama remaja, justru rasa cemas, depresi, rendah diri, persekusi/intimidasi (bullying), dan menarik diri dari lingkungan dan pergaulan bisa jadi masalah utama.

Penyebab jerawat

Kenali penyebabnya, jerawat akan lebih mudah diatasi. Banyak faktor atau multifaktorial penyebab akne. Dari kemungkinan penyebab yang belum diketahui pasti hingga beberapa terduga penyebab. Para ahli kedokteran dan kesehatan meyakini jerawat paling terkait dengan masalah perubahan hormon androgen. Terutama saat masa pubertas remaja, kehamilan, dan pengaruh pil Keluarga Berencana (KB). Hormon ini menyebabkan kelenjar minyak menjadi lebih aktif, membesar, dan menghasilkan minyak lebih banyak. Belakangan ini, hormon dalam kadar tertentu juga ditemukan pada makanan, obat-obat perawatan, dan suplemen.

Kondisi minyak berlebih akan diperparah dengan peluang sumbatan pada pori-pori kulit. Gangguan pertumbuhan kulit yang terlalu cepat bisa menyumbat saluran folikel. Pemakaian kosmetik yang kurang tepat, alih-alih menutupi kekurangan tekstur kulit dan bentuk wajah, kosmetik tertentu malah berisiko menutupi pori-pori kulit. Belum lagi faktor kebersihan lingkungan, polusi, dan daya tahan atau kekebalan tubuh. Apalagi kurang telaten merawat kulit wajah. Menimbulkan sumbatan yang mengganggu kesehatan kulit. Sumbatan ini berisiko menimbulkan komedo hingga jerawat yang meradang.

Orang tua juga dulu bermasalah dengan jerawat? Mungkin Anda memang mewarisi kecenderungan tersebut. Ada pengaruh gen di sini.

Mitos jerawat

Beberapa mitos dan hoaks juga dikaitkan dengan jerawat. Mulai dari cokelat, susu, makanan berminyak, diet, malas cuci muka, kulit wajah kotor, rambut terlalu berminyak, poni rambut, nafsu tak terlampiaskan, sampai ke muka mesum.

Stres juga disebut sebagai salah satu tersangka penyebab. Plus kombinasi dengan kebiasaan bercermin. Seperti lingkaran setan. Karena berkomedo, berjerawat, dan bopeng, jadi sering bercermin. Menyesali diri. Sudah berobat ke spesialis kulit kok belum juga mereda. Makin stres, makin baper, jerawat makin banyak bahkan parah karena dipencet-pencet. Bukan stres masalahnya. Kegelisahan akan memengaruhi hormonal yang membuat kelenjar makin aktif. Ujung-ujungnya ke hormonal lagi.

Terbentuknya jerawat

Jerawat muncul di area kulit yang berambut. Rambut dan kulit kita didukung oleh kelenjar minyak (sebasea) dan kelenjar keringat (ekrin dan apokrin) di bawah kulit. Minyak (sebum) menjaga keringat tidak cepat menguap. Kombinasinya berfungsi menjaga kelembapan, suhu tubuh, dan sebagai lapisan perlindungan antiorganisme (acid mantle) bagi kulit.

Ada saluran khusus yang sempit di sekeliling rambut yang disebut folikel rambut atau kita kenal sebagai pori-pori kulit. Minyak dan keringat (mengandung air dan elektrolit) disalurkan melalui pori-pori untuk mencapai permukaan kulit.

Masalah akan muncul saat pori-pori tersumbat. Terjadi yang disebut komedo hitam (blackhead) dan putih (whitehead). Tampak hitam karena sumbatan minyaknya kontak dengan udara dan terlihat di permukaan pori-pori kulit yang terbuka. Tampak putih atau kekuningan karena sumbatannya masih tertutup lapisan permukaan kulit. Tumpukan minyak, keringat, dan sisa sel kulit akan jadi media bagi kuman untuk berkembang biak. Pada waktu tertentu hal ini dapat memicu respon radang.

Komedo yang berlanjut menjadi banyak dan meradang disebut jerawat. Jerawat dibedakan menjadi ringan, sedang, dan berat. Bisa tipe meradang atau tidak.

Saran mengatasi jerawat

Keluhan jerawat bisa hilang dengan sendirinya tanpa bekas ketika mencapai usia sekitar 20-30 tahunan. Pada kasus lainnya jerawat menetap dan terasa mengganggu karena makin bengkak, bernanah, dan nyeri di beberapa area.

Yang bisa dilakukan di rumah:

  • Usahakan tidak memencet komedo dan jerawat sembarangan. Sayang kalau sampai menimbulkan infeksi yang lebih parah, bopeng, bahkan keloid.
  • Hindari produk perawatan yang malah membuat iritasi hingga kemerahan atau perih. Biasanya produk ini mengandung alkohol dan bahan pengelupas kulit dalam kadar tertentu. Di satu sisi kulit tetap harus terjaga kelembapannya. Jangan dibuat terlalu kering. Berisiko mengelupas dan malah berbekas kehitaman.
  • Pilih produk kecantikan/perawatan yang nonkomedogenik. Daripada malah menyumbat pori-pori saat telat dibersihkan.
  • Ada produk dijual bebas yang relatif aman untuk komedo dan jerawat ringan. Sediaannya bisa berupa krim tutul, krim oles, dan losion yang dioles merata seluruh kulit. Pilih yang sesuai dengan karakter kulit Anda.

Perawatan untuk jerawat perlu ekstra sabar. Dokter juga akan mempertimbangkan peresepan obat minum antibiotika dan vitamin untuk kasus tertentu. Sampaikan pada dokter jika Anda punya kondisi tertentu seperti alergi, rencana kehamilan dalam waktu dekat, sedang hamil, atau menyusui. Dianjurkan untuk melanjutkan tahapan terapi awal hingga minimal 2-3 bulan. Baru kemudian dievaluasi hasilnya. Konsultasikan masalah jerawat membandel pada dokter spesialis kulit dan kelamin Anda.

Jangan salahkan cermin! 🙂

Hal paling mudah yang bisa kita lakukan misalnya membiasakan mencuci tangan, membilas wajah, mandi, keramas, mengatur pola makan bergizi, istirahat yang cukup, mengelola stres, menghindari paparan matahari berlebihan, kenakan pakaian yang nyaman, dan memilih produk perawatan yang tepat.

Kulit juga butuh perhatian (Vidya Skin Care)