Tes Alergi

Diperbarui: 22 Maret 2020
Bagi di FB | Cuitkan

Tes alergi bertujuan untuk mengonfirmasi alergen. Tes dilakukan oleh dokter yang berkompeten di bidangnya. Beberapa alergen akan dipaparkan pada kulit Anda dan diamati tanda atau reaksi alerginya. Harus dengan pengawasan dokter. Hasil dari tes akan membantu dokter menentukan diagnosis, terapi yang tepat, rencana perawatan lanjutan, saran pencegahan, modifikasi gaya hidup, hingga perbaikan lingkungan.

Beberapa tes alergi yang rutin dilakukan misalnya tes tusuk kulit (skin prick test), tes tempel (skin patch test), tes gores (skin scratch test), tes kikis (skin scrape test), test intradermal (intradermic test), dan tes darah. Tes darah (tes antibodi imunoglobulin E) lebih disarankan bagi pasien yang tidak memenuhi syarat tes tusuk/tempel. Tes gores jarang dilakukan karena perlukaan kulit yang lebih dalam berisiko menimbulkan infeksi.

Syarat tes alergi

  • Bebas obat minimal 3-14 hari tergantung jenis obat atau sesuai rekomendasi dokter. Terutama obat-obatan antialergi, antihistamin, dan antidepresan. Agar tidak mengganggu hasil tes.
  • Kooperatif. Walau bisa untuk semua usia, pasien bayi dan anak-anak yang belum bisa kooperatif, disarankan tes alergi melalui pengambilan darah. Tes tusuk pada bayi dan anak-anak kadang menimbulkan traumatis yang berlebihan jika dipaksakan. Tes darah relatif lebih mahal dibanding tes tusuk.
  • Kondisi kulit pasien. Tes tusuk, tempel, dan gores, biasanya dilakukan di area lengan (searah telapak tangan) atau punggung. Pasien dengan kondisi kulit tertentu di area tersebut, seperti: terlalu kering (dermatografi), eksem meluas, atau psoriasis meluas, tidak disarankan untuk uji tusuk/tempel. Termasuk juga pasien dengan riwayat terlalu sensitif dengan alergen tertentu hingga pernah mengalami syok.

Tes tusuk dan tempel

Dua tes kulit ini masih sering dilakukan. Pada tes tusuk, pasien akan ditusuk dengan ujung jarum yang berisi alergen. Pada tes tempel, alergen akan ditempel di kulit. Setelah beberapa menit, dokter akan memeriksa reaksinya di kulit. Dikatakan positif jika di kulit muncul ruam kemerahan, bengkak, hingga gatal. Ukurannya akan dicatat oleh dokter. Untuk tes tempel ada yang bereaksi beberapa hari sesudah tes. Konsultasikan kembali dengan dokter spesialis Anda.