Bersahabat dengan Alergi

Diperbarui: 27 Maret 2020
Bagi di FB | Cuitkan

Tubuh kita punya sistem pertahanan tersediri. Ketika tubuh berespon berlebihan terhadap makanan atau zat tertentu, inilah yang namanya reaksi alergi.

Reaksi alergi bisa bersifat ringan hingga berat. Bahkan memengaruhi aktivitas sehari-hari hingga menimbulkan kedaruratan medis yang membutuhkan pertolongan segera. Bisa terjadi pada segala usia.

Zat penyebab alergi disebut alergen. Misalnya:

  • makanan (kacang-kacangan, susu sapi, telur, ikan, kerang, udang),
  • obat-obatan (antibiotika, pereda demam, pereda nyeri),
  • kosmetika tertentu,
  • tungau debu rumah (di kasur, lantai, sela kursi),
  • bulu binatang,
  • gigitan binatang,
  • sengatan serangga,
  • bahan lateks (sarung tangan, karet celana, kondom),
  • bahan kimia rumah tangga (deterjen, pewangi, cairan pembersih),
  • serbuk sari tanaman,
  • rumput,
  • dan sebagainya.

Kontak alergen pada orang normal umumnya tidak akan menimbulkan reaksi berbahaya. Tapi bagi anggota keluarga dengan riwayat alergi tertentu pada orang tuanya, biasanya akan lebih rentan memunculkan reaksi alergi jika terpapar alergen tersebut. Individu ini disebut punya riwayat atopi. Reaksi alergi bisa muncul dengan cepat dalam hitungan menit atau bahkan lambat dalam hitungan hari.

Mencegah lebih baik dibanding mengobati. Sangat berlaku untuk pasien dengan keluhan alergi. Apalagi ada kecenderungan alergi berulang. Kenali kemungkinan penyebab atau pemicu di sekitar lingkungan kita. Kulit juga perlu perhatian (Vidya SC .com). Eliminasi satu-persatu para “tersangkanya”. Misalnya untuk alergi makanan, mungkin perlu diet beberapa waktu untuk menghindari asupan makanan terduga penyebab. Atau porsi dan frekuensinya dikurangi.

Sejalan dengan usia dan mekanisme pertahanan tubuh yang membaik, alergi saat masa anak-anak mungkin tidak terjadi lagi di usia dewasa. Tapi bisa juga muncul alergi terhadap zat lain yang baru ditemui pertama kali saat dewasa.

Saat telanjur kontak dengan zat penyebab, tubuh melalui mekanisme antibodi akan bereaksi. Contoh respon tubuh menghadapi alergen:

  • kulit ruam kemerahan,
  • kulit membengkak,
  • kulit terasa gatal,
  • bersin,
  • hidung meler hingga tersumbat,
  • batuk,
  • napas sesak atau mengi,
  • eksem makin parah,
  • asma memberat,
  • kelopak mata bengkak,
  • mata memerah, berair, gatal,
  • kulit melepuh,
  • syok anafilaksis.

Jika alergi sudah terasa mengganggu, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. Sebagian reaksi bisa saja reda dengan sendirinya. Reaksi yang membandel dan berkepanjangan bahkan berulang sebaiknya ditelusuri bersama dokter yang merawat. Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk jangka pendek/panjang, menyarankan upaya pencegahan, dan perubahan pola atau gaya hidup di lingkungan terkait. Dokter juga bisa membantu menemukan alergen melalui tes alergi (Vidya SC .com). Sehingga perawatan dan terapi menjadi lebih terarah.

2 pemikiran pada “Bersahabat dengan Alergi”

Komentar ditutup.